Dec 7, 2012

Notasi, Konotasi dan Eksistensi

Notasi adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan
oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya).
Tulisan musik biasa disebut partitur. Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok,
yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi
dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu
(ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.

Konotasi adalah makna kultural atau emosional yang bersifat subjektif dan melekat
pada suatu kata atau frase. Sementara itu, makna eksplisit dan harfiah dari suatu kata
atau frase disebut denotasi. Konotasi dapat berbentuk positif maupun negatif. Contoh
konotasi positif dalam bahasa Indonesia adalah "lubuk hati" yang berarti "perasaan",
sementara contoh konotasi negatif adalah "kambing hitam" yang bermakna "orang yang
disalahkan." Dalam bahasa Inggris, contohnya konotasi positif adalah kata "strong-willed"
yang bermakna keras kepala, sementara contoh konotasi negatif adalah "pig-headed"
yang juga bermakna keras kepala namun mengandung asosiasi negatif.

Eksistensialis adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat
Barat. Eksistensialis mempersoalkan keber-Ada-an manusia dan keber-Ada-an itu
dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialis
adalah hal yang berorientasi tentang kebebasan. Apakah kebebasan itu? bagaimanakah
manusia yang bebas itu? dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan,
eksistensialis menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali
kebebasan itu sendiri.




No comments:

Post a Comment